How To 18 Month Regression Controlled Crying

18 month regression controlled crying menjadi salah satu hal yang banyak dipertanyakan oleh orang tua untuk mengatasi anak yang menangis keras akibat regresi tidur. Adanya regresi tidur ini dapat mempengaruhi kualitas tidur pada anak serta membuat anak menjadi tak terkendali. s0eorang bayi mengalami regresi tidur dikarenakan adanya beberapa hal yang membuat mereka menjadi tak terkendali. sebenarnya dalam dunia kedokteran hal ini merupakan salah satu hal biasa atau wajar terjadi pada anak dikarenakan perkembangan anak  dengan bertambahnya usia anak.  meskipun dikatakan wajah namun para orang tua perlu untuk memperhatikan anak agar tidak terlampau jauh dan tidak membuat hal-hal yang membuat Anda khawatir.  dan dalam mengatasi hal ini maka perlu untuk mencari cara yang tepat agar membantu anda dalam menangani anak yang sering menangis.

Banyak hal yang mempengaruhi 18 month sleep regression yang salah satunya yaitu adanya pertumbuhan gigi serta adanya perasaan kurang kasih sayang dari orang tua. Sebagai orang tua tentunya kita ingin anak mandiri dan ini yang dirasakan oleh anak dengan menganggap bahwa orang tua sudah tidak mencintainya lagi. Dan reaksi anak biasa ditunjukkan dengan menangis atau berteriak-teriak tak karuan. Selain itu juga adanya keinginan anak yang tidak dipenuhi oleh orang tua menciptakan anak jadi tak terkendali dan menangis keras dan mau berhenti hingga keinginannya dapat terpenuhi. Memang sebagai orang tua tidak boleh memanjakan anak, namun dalam mengatasi hal ini Anda perlu memberikan pengertian pada anak bahwa apa yang dilakukan anak itu bukanlah sikap yang seharusnya. Dalam 18 month sleep regression controlled crying Anda juga bisa memberikan pengertian bahwa tidur adalah penting

Apabila anak tidak mau tidur siang,  maka Anda bisa mengatakan pada anak untuk tidur malam lebih cepat. Dengan  begitu maka anak akan mendapatkan kualitas tidur yang terbaik dan menjaga tubuh anak tetap sehat. Demikian 18 month sleep regression controlled crying yang telah diberikan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda dalam mengatasi regresi pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *